Cara Jitu Menerima Masa Lalu Pasangan

Masa lalu biarlah masa lalu~

Setiap pasangan datang bersama masa lalunya. Sayangnya, beberapa di antaranya mungkin ngga bisa lo terima dengan mudah. Selain waktu, dibutuhkan juga usaha, tenaga, pikiran, mental dan pastinya pengetahuan buat tau gimana caranya menerima masa lalu pasangan dengan lapang dada.

Berbicara masa lalu pasangan, berarti berbicara soal kenangan dengan sang mantan. Semakin banyak kenangannya, semakin pusing lah lo dibuatnya, terlepas itu kenangan indah atau buruk menurutnya. Apalagi, banyak fakta-fakta baru yang baru lo tau ketika resmi menjalin hubungan.

Walaupun berusaha cuek, penasaran tentang kenangan atau kemungkinan-kemungkinan yang terjadi antara pasangan dan mantan adalah hal yang wajar. Masalah selanjutnya adalah ketika muncul keraguan untuk menggali lebih dalam atau menahan diri dan puas dengan cerita “permukaan”.

Jadi harus gimana nih?

Hal pertama adalah tetap tenang. Coba jernihkan pikiran dan kendalikan semua keresahan. Ingat, semuanya masih bisa dikomunikasikan. Yang pasti, jangan langsung menggila atau meluapkan emosi sesaat. Sabar dulu, Brads.

Sama seperti film horor, kenangan antara pasangan dan mantan pasti punya kejutan. Meskipun begitu, bukan berarti pengalamannya yang di luar ekspektasi lo, membuat lo mundur dan berubah pikiran. Coba untuk memahami dan jangan gegabah dalam bereaksi. 

Cara Bijak Bereaksi pada Masa Lalu Pasangan

Dilansir dari Healthline, terdapat cara-cara bijak dalam menghadapi persoalan yang umum terjadi dalam sebuah hubungan ini:

1. Buka sesi diskusi

Bukan jalur puncak, coba bangun komunikasi dua arah

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendiskusikannya. Atur waktu yang paling nyaman untuk bisa berbicara berdua secara terbuka. Sampaikan keresahan yang mengganjal dan biarkan komunikasi berlangsung dua arah.

Gunakan momen ini untuk lebih saling mengenal, bukan untuk mengorek cerita lama hanya untuk memuaskan rasa penasaran. Jika ada cerita yang mungkin menyakitkan, jangan langsung menghakimi dan cobalah mengerti. Selanjutnya, tetap kendalikan emosi dan respons dengan jujur. 

2. Ubah rasa penasaran menjadi empati

Yuk empatinya dipake yuk 

Ini merupakan penekanan dari poin sebelumnya. Memang terasa sulit, namun sebaiknya dicoba. Rasa penasaran yang berlebih biasanya cuma jadi bahan bakar api cemburu. Lantas, untuk apa cemburu pada masa lalu?

Nyatanya, saat ini mantannya bukan lagi pasangannya. Buat dia merasa aman dan nyaman saat ini sehingga bisa melupakan masa lalunya. Dengan mengubah rasa penasaran menjadi empati, bukankah lebih mudah untuk membuatnya sembuh dari luka lama?

3. Ambil hal positif

Buku tulis jaman SD pernah bilang kalo experience is the best teacher

Bisa jadi, pengalamannya dulu malah membuatnya lebih dewasa. Walaupun mungkin menyakitkan, pengalaman akan memberikannya peringatan untuk menghindari kesalahan yang sama. Beruntungnya, lo ngga perlu lagi repot untuk merasakan pahitnya pengalaman itu.

Di sisi lain, lo bisa saling belajar tanpa harus ada yang menggurui. Tanpa harus membandingkan, belajar dari hubungan yang lama, ia akan melakukan hal yang menurutnya baik untuk hubungan barunya. Nyatanya, banyak hal positif dari masa lalu kan?

4. Introspeksi dan tetap percaya diri

Ini nih pentingnya jadi HVM

Terakhir tapi sama pentingnya. Ternyata, kenyataan membawa lo pada pasangan yang punya masa lalu luar biasa indah dengan mantan. Mendengarnya keluar langsung dari mulutnya mungkin langsung bisa mengguncang rasa percaya diri. Tenang, Brads, tetap terkendali.

Selama ada kecocokan dalam hubungan dan ciri-ciri HVM masih terpatri dalam diri, ngga ada satu pun hal yang perlu dikhawatirkan. Tetap introspeksi dan jaga rasa percaya diri di level tertinggi. Masa lalu pasangan bukan lagi halangan selama lo bisa ngasih semua pengalaman baru yang menyenangkan dan selamanya ngga bisa dia lupakan.

Kesimpulan

Masa lalu oh masa lalu. Jangan pernah terjebak olehnya. Jadikan setiap ceritanya pengalaman yang berharga. Pun sejatinya, ngga ada seorang pun manusia yang sempurna. Cara menerima masa lalu pasangan udah di tangan, sekarang saatnya bangun hubungan yang lo impikan, Brads!

Referensi:

https://www.healthline.com/health/retroactive-jealousy

Leave a Reply

Your email address will not be published.