Penyebab Insecure yang Belum Banyak Diketahui Orang

Kita hidup di masa semua orang dengan mudah menunjukkan siapa dirinya di media sosial. Dengan media sosial, siapa pun bisa memamerkan apa yang dia punya, dengan siapa mereka nongkrong, atau ke mana mereka travelling

Di sisi lain, media sosial juga lah yang menjadi salah satu faktor terbesar penyebab insecure, terutama bagi mereka yang ngga bisa melakukan hal yang sama di media sosial. Mereka yang tenggelam dalam kegiatan scrolling timeline (menggulir linimasa) biasanya timbul perasaan iri atau cemas tanpa disadari.

Penyebab Insecure

Insecure atau perasaan ngga aman biasanya terjadi ketika keraguan, kecemasan, dan tingkat percaya diri yang rendah datang dalam waktu yang bersamaan karena suatu hal. Selain media sosial, banyak penyebab lain menurut Melanie Greenberg Ph.D. yang dilansir dari Psychology Today yang belum banyak diketahui orang.

  • Insecure karena kegagalan yang baru terjadi

Kegagalan bisa memperburuk keadaan

Alasan yang sering bertanggung jawab atas ketidakbahagiaan seseorang adalah berakhirnya suatu hubungan, kehilangan pekerjaan, atau soal penyakit yang diderita. Ketidakbahagiaan ini memengaruhi tingkat percaya diri seseorang dan kegagalan yang baru terjadi melipatgandakannya.

Guy Winch, penulis buku Emotional First Aid: Healing Rejection, Guilt, Failure and Other Everyday Hurts menyatakan bahwa penolakan atau kegagalan pasti membuat kita melihat diri kita sendiri dan orang lain secara negatif, setidaknya untuk sementara waktu.

Penolakan atau kegagalan ini bisa terus menggerogoti mental secara terus menerus bila tidak segera diatasi. Segera tangkal dengan tips berikut:

  1. Beri jeda waktu untuk menerima dan beradaptasi dengan kenyataan
  2. Lakukan hobi
  3. Nongkrong lagi bareng temen
  4. Cerita ke orang terdekat dan dengarkan masukan dari mereka
  5. Move on, Bro!
  • Insecure karena lingkungan sosial 

Jangan takut bersosialisasi, Brads

Pernah ngalamin takut buat dateng nongkrong sama temen, ke acara keluarga, atau jalan sama gebetan baru? Fix lo pernah insecure. Perasaan ini bisa terjadi karena takut terhadap penilaian seseorang beserta evaluasinya tentang diri kita yang akhirnya membuat cemas dan takut buat dateng.

Ketakutan tersebut tercipta karena rasa percaya diri yang rendah, bisa jadi karena punya pengalaman buruk sebelumnya atau merasa tidak cukup baik dan menarik di acara sosial tersebut. Padahal, kebanyakan orang fokus pada dirinya sendiri dibanding sibuk menilai orang lain.

Banyak orang yang ditindas dan dikucilkan sejak kecil akhirnya terus menerus merasa ngga percaya diri dan insecure hingga mereka dewasa. Jenis insecure ini pada dasarnya berangkat dari keyakinan yang salah atau menyimpang tentang harga harga diri kita sendiri.

Bukan masalah kalau kita pernah ngerasain ini. Kalau pun masih dan lo kesulitan buat ngatasinnya, simak cara-cara di bawah, Brads:

  1. Kontemplasi diri. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa pasti ada alasan kenapa diri kita bisa menarik dan menyenangkan tanpa menjadi orang lain.
  2. Persiapkan. Sebelum datang ke acara sosial, persiapkan berbagai hal untuk dibicarakan, bisa info terkini, tren yang lagi viral, film, hingga hobi sekali pun.
  3. Menghindar malah memperburuk. Walaupun takut dan gugup, tetap pastikan datang ke acara sosial tersebut. Pengalaman pertama mungkin menakutkan, tapi percayalah semuanya akan luntur menjadi biasa dengan obrolan yang menarik.
  4. Mulai dengan target yang mudah dan realistis. Coba bicara dengan satu atau dua orang baru dan bicarakan soal topik dan hal-hal yang menarik.
  5. Coba perhatikan orang lain. Mulai kepekaan dengan bertanya dan mendengarkan orang lain. Siapa tau mereka punya hobi atau minat yang sama, kan?
  • Insecure karena terlalu perfeksionis

Life is not always like what you want

Ketika kenyataan ngga sesuai harapan, lahirlah kekecewaan. Bagaimana jika ini terjadi pada mereka yang menjunjung tinggi prinsip idealis atau perfeksionis terhadap sesuatu yang mereka inginkan dan harapkan? Pasti rasanya lebih menyakitkan.

Kita semua pasti menginginkan nilai yang tertinggi, pasangan yang paling cantik, hingga pekerjaan yang terbaik. Sayangnya, hidup ngga selalu seperti yang kita inginkan, walaupun kita udah bekerja ekstra keras.

Kalau kita terus menerus mengeluh dan menyalahkan diri sendiri karena segala sesuatunya ngga sesempurna harapan, saat itu juga kita merasakan insecure. Lebih parahnya lagi, perfeksionis bisa menyebabkan depresi, jika ngga segera ditanggulangi.

Hidup sejatinya ngga akan pernah sempurna, dan kita harus mengerti serta beradaptasi. Lawan sifat perfeksionis dengan cara-cara ini, Brads:

  1. Coba evaluasi diri berdasarkan usaha yang udah kita lakukan, yang dapat dikontrol. Jangan selalu fokus pada hasilnya, yang ngga bisa dikontrol dan bergantung pada faktor eksternal.
  2. Pikirkan perbedaan yang akan terjadi jika apa yang kita lakukan lebih baik 10%, apakah sepadan dengan usahanya?
  3. Coba lihat segala sesuatu sebagai pelajaran, setiap apa pun yang terjadi ngga sesuai harapan.
  4. Belajar mencintai diri sendiri walaupun segala sesuatu ngga berjalan sesuai keinginan. Fokus pada kualitas diri sendiri, seperti melatih kesabaran, kejujuran, dan nilai baik lainnya yang kita pelajari dari kegagalan.

Kesimpulan

Insecure bukan lagi jadi masalah kalau kita udah tau apa aja penyebab dan cara-cara menangkalnya. Hidup terlalu singkat untuk insecure. Take it easy, Brads!

Referensi:
https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-mindful-self-express/201512/the-3-most-common-causes-insecurity-and-how-beat-them

Leave a Reply

Your email address will not be published.