Terjebak Friendzone? Tenang, Atasi dengan Cara Elegan

Ngga ada lagi istilah friendzone setelah baca ini, dijamin

Sederhananya, friendzone adalah situasi ketika seseorang dalam pertemanan atau persahabatan menginginkan hubungan yang lebih spesial, sedangkan pihak lainnya ngga menginginkan hal yang sama. Mungkin tanpa sadar dulu kita pernah mengalaminnya atau malah sekarang lo lagi terjebak friendzone? Tenang, atasi dengan cara elegan, Brads.

“Ya awalnya sih temen, sahabat lah, tapi ngga tau lama-lama jadi nyaman aja.”

Ucapan di atas sangat umum keluar dari mulut orang-orang yang terjebak friendzone. Mereka tanpa sadar mengakui adanya perubahan dalam memandang seorang teman atau bahkan sahabatnya sendiri. Yang kita tau pada akhirnya, mereka mau lebih dari hanya jadi sekedar teman.

Kok bisa?

Ya bisa banget, malah banyak penyebabnya. Walaupun penyebabnya beragam, tapi pada umumnya, semua berawal dari persahabatan antara dua lawan jenis. Memang, ngga ada yang salah dan ngga ada larangan soal cowo dan cewe jadi sahabat, tapi yang pasti, risikonya tinggi. Terlalu berisiko kalau ngga bisa menahan diri dan tau batas-batasnya.

Alih-alih menaati batas-batas aturan yang menjaga keutuhan arti sahabat, salah satu dari keduanya yang sengaja atau engga, biasanya terbawa perasaan atau istilahnya baper. Ini bisa terjadi karena saking semuanya terbiasa bersama dan sama-sama tau cerita luar-dalemnya. Bagus kalau ternyata dua-duanya sama-sama suka, nah, kalau cuma satu yang ngerasa gimana? Ya, fix friendzone, sih.

Kondisi kaya gini kalau dibiarin terus, cepat atau lambat, pasti bisa merusak yang namanya pertemanan atau persahabatan tadi. Situasinya juga jadi serba salah. Perasaan ditahan ngga enak, diomongin juga bisa jadi bikin pertemanan jadi aneh alias awkward. Nah, bingung kan.

Cara elegan mengatasi friendzone

Sebelum menghakimi diri karena udah baper dan membuat keadaan jadi membingungkan, coba ditelaah lagi. Jangan buru-buru ambil keputusan untuk mengorbankan perasaan demi persahabatan, atau sebaliknya. Tenangkan diri dan coba selesaikan dengan cara elegan, Brads.

Psychology Today mempunyai cara-cara yang bisa segera diterapkan untuk mengatasi salah satu problematika populer anak muda saat ini.

1. Jaga Jarak

Jangan rapet-rapet amat gitu lah jaraknya

Kenyataannya, kondisi hubungan persahabatan yang ada udah ngga sehat. Ketika merasa baper, coba sedikit mundur dan jaga jarak hubungan dengan teman/sahabat yang kita suka. Jangan terlalu tertarik dan bergantung.

Efek baiknya kemungkinan ada dua:

  • Pertama, perasaan yang berlebih pada sahabat secara berangsur akan berkurang, efeknya jelas persahabatan kembali sehat.
  • Kedua, sahabat kita akan merasa kehilangan. Ini bisa jadi momentum buat ngejelasin alasan kita jaga jarak dan beranikan tanya kehilangan sosok seperti apa yang dia maksud. Sekedar sahabat atau mungkin lebih? 

Terlepas dari bagaimana pun hasilnya, bangun komunikasi dengan cara yang baik. Yang pasti, hubungan sebagai sahabat atau mungkin lebih itu, akan terbangun baik dengan sendirinya.

2. Buat Persaingan

The win-win solution you’re looking for

Jika poin pertama terasa terlalu sulit, cara ini bisa jadi alternatif. Langkah pertama bisa dengan perluas pergaulan. Lalu coba cari orang lain yang sama menariknya dengan sang sahabat atau bahkan lebih, ceritain orang tersebut pada sahabat yang kita suka. Ini bisa jadi salah satu cara untuk mengetes apakah dia punya perasaan yang sama atau engga.

Dari hasil cerita, kita bisa liat secara langsung gimana responsnya. Percaya atau engga, kalau memang dia punya perasaan, tanda-tanda jealous akan muncul. Boom! persaingan pun tersaji dan siap untuk dimenangkan bagi dia yang layak. Sisanya tinggal santai dan pertimbangkan siapa yang paling tepat buat jadi pasangan kita.

Pun ternyata sang sahabat ngga menunjukkan tanda-tanda cemburu dan ngga minat bersaing, tetap santai, Brads. Sahabat tetap menjadi sahabat dan kejar orang yang tadi sampai dapet! Win-win solution, kan?

3. Buat Dia Berusaha Lebih

Ya sekali-sekali nyusahin bolehlah

Tau kan konsep give & take? Coba deh seimbangin antara memberi dan meminta. Maksudnya, jangan melulu kita yang ngasih atau berusaha lebih. Buat dia melakukan hal yang sama, atau bahkan lebih dari biasanya. Dari sini pun, kita bisa liat gimana usahanya, apakah tulus atau engga.

Kemungkinan besar, semakin banyak dia berusaha atau bahkan berkorban lebih, semakin berarti kita buat dia. Intinya, dia mau repot karena kita. Minta ajarin sesuatu, bikinin sesuatu, atau temenin ke suatu tempat boleh banget dicoba. 

4. Tetap Berbuat Baik

Ini cara berterima kasih terbaik, Brads

Semua usaha sudah dilakukan dan hasilnya jauh dari harapan. Atau, sesuai dengan yang diinginkan? Apa pun hasilnya, dan bagaiman pun, semuanya yang terjadi pasti datang bersama pelajaran. Berterima kasih lah atas apa yang telah dia lakukan dengan cara tetap berbuat baik padanya. Kabar baiknya lagi, ini bisa menjadi sebuah kisah yang menarik untuk diceritain di masa depan.

Kesimpulan

Jika dia benar-benar menghargai kita dalam hidupnya, kemungkinan besar dia akan membawa hubungan persahabatan ke tingkat selanjutnya. Kalaupun engga, setidaknya kita udah punya sahabat yang baik, jadi lebih mengenal diri, dan satu langkah lebih maju dari sebelumnya. Udah ngga ada lagi isitlah terjebak friendzone, kan?

Referensi:

https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-attraction-doctor/201112/escape-the-friend-zone-going-just-friends-more

Leave a Reply

Your email address will not be published.